Trending
Loading...
Sunday, September 11, 2011

10 Fakta menarik tentang Parepare

1. Dahulunya Parepare adalah dataran tinggi yang dipenuhi semak belukar ( Para ) dari Soreang ke Bacukiki hingga Mallusetasi. Sehingga nama daerah ini dulunya PARAPARAE.

2. Orang yang pertamakali membuat kerajaan/ daerah diParepare adalah seorang anak Raja Suppa, ia meninggalkan Istana dan pergi ke selatan mendirikan wilayah tersendiri pada tepian pantai karena hobbynya memancing. Wilayah itu kemudian dikenal sebagai kerajaan Soreang sekitar abad XIV.

3. Pelabuhan Parepare pertama kali diusulkan oleh Raja Gowa IX “MANRIGAU DAENG BONTO  KARAENG TO NIPALANGGA (1547 1566) ketika berkunjung ke Kerajaan Soreang dalam rangka kunjungan dagang dan mempererat hubungan dengan penguasa pesisir Mallusetasi di wilayah kerajaan Soreang itu, disebut PARAPARAE, lalu terlontarlah kata baji Ni pare’ (dalam bahasa Makassar artinya ; Bagus dibuat / dibikin / dijadikan ) Pelabuhan, atau “Baik dibuat pelabuhan Kawasan ini”.

4. Pada zaman Hindia Belanda, di Kota Parepare, berkedudukan seorang Asisten Residen dan seorang Controlur atau Gezag Hebber sebagai Pimpinan Pemerintah (Hindia Belanda), dengan status wilayah pemerintah yang dinamakan “Afdeling Parepare” yang meliputi, Onder Afdeling Barru, Onder Afdeling Sidenreng Rappang, Onder Afdeling Enrekang, Onder Afdeling Pinrang dan Onder Afdeling Parepare.

5.  Nama ParaparaE berubah menjadi Parepare disebabkan karena ketidak mampuan belanda menyebutkan kata tersebut, sehingga Belanda hanya bisa mengatakan Parepare, begitu pula dengan daerah Bacukiki dulunya bernama Batukiki karena sekali lagi Belanda tidak dapat menyebutkan kata itu sehingga belanda hanya mengatakan Bacukiki, tapi justru aksen belanda tersebut yang terus digunakan sampai saat ini. Dari sumber lain Kata Parepare punya arti tersendiri dalam bahasa Bugis, kata Parepare bermakna " Kain Penghias " yg digunakan diacara semisal pernikahan, hal ini dapat kita lihat dalam buku sastra lontara La Galigo yang disusun oleh Arung Pancana Toa Naskah NBG 188 yang terdiri dari 12 jilid yang jumlah halamannya 2851, kata Parepare terdapat dibeberapa tempat diantaranya pada jilid 2 hal [62] baris no. 30 yang berbunyi " pura makkenna linro langkana PAREPARE" (KAIN PENGHIAS depan istana sudah dipasang).

6. Parepare sendiri menjadi kota Praja pada tahun 1963 disahkan menjadi Kota Madya dengan 
H. A. Mannaungi sebagai walikota pertama pada tanggal 17 Februari yaitu pada saat lahirnya kota Praja Parepare dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Parepare melalui keputusan DPRD No. 3 Tahun 1970.


7. Kota Parepare terletak antara 3o 57’ 39” – 4o 04’ 49” Lintang Selatan dan 119o 36’ 24” – 119o 43’ 40” Bujur Timur, yang berbatasan dengan Kabupaten Pinrang sebelah utara, Kabupaten Sidrap sebelah Timur dan Kabupaten Barru sebelah selatan serta Selat Makassar sebelah barat.


8. Kota Parepare terdiri dari 3 Kecamatan dan 21 Kelurahan, yaitu Kecamatan Bacukiki, Ujung, dan Soreang. Dari 21 kelurahan, 19 kelurahan masuk klasifikasi Swasembada dan 2 kelurahan masih Swakarya.


9. Tapal batas wilayah Parepare dengan Barru. hampir dipasang diSungai Karajae, tapi dipindahkan karena ketidak setujuan masyarakat Parepare terhadap batas tersebut.


10. Terakhir tentang daerah tentang Blueband, Sekitar tahun 80an di tempat ini terdapat papan iklan margarin Blueband yang sangat besar sehingga menarik perhatian, sehingga masyarakat setempat lebih memilih menyebutnya blueband karena sangat mudah di kenali dari pada nama jalan Jend. Ahmad Yani tempat di mana papan iklan tersebut berada. Hingga saat ini penyebutan nama blueband lebih familiar di masyarakat kota ini.

Itulah 10 Fakta seputar Kota parepare, berdasarkan dari sumber-sumber yang ada. 















 
Copyright © 2012 PRONITY All Right Reserved
Designed by YudhizUlb
Back To Top