Trending
Loading...
pasang

Recent Post

Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Wednesday, March 21, 2012
Asma Ul-Husna ( Nama-nama baik Allah SWT )

Asma Ul-Husna ( Nama-nama baik Allah SWT )

Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.
Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.
Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.
Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, umat Muslim tidak akan mudah menulis "Allah adalah ...", karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keteranga Al-Qur'an tentang Allah ta'ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu. Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.
“ "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas : 1-4) ”
Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

 

Berikut 99 Asma Ul-Husna

No. Nama Arab Indonesia

Allah الله Allah
1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Pemelihara
8 Al `Aziiz العزيز Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12 Al Baari` البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar Raafi` الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26 Al Samii` السميع Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الكريم Yang Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi` الواسع Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi` المبدئ Yang Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79 Al Barri البر Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar
Thursday, March 15, 2012
no image

Arti dari ALIF LAM MIM dalam Al-Qur'an

Saya yakin ini juga menjadi pertanyaan dari teman-teman muslim saya dimanapun Anda berada yakni apa arti dari Alif Lam Mim, Ya Sin, Ha Mim, Nun, Qaf, dan surat yang permulaan ayatnya hanya terdiri dari huruf-huruf saja ? Jawabannya adalah :
1. Merupakan huruf-huruf perangkai
Alif Lam Mim, Ya Sin, Ha Mim, dll dikenal dengan nama Al-Muqattat yakni huruf-huruf perangkai. Ada 29 huruf di dalam alfabet Arab (jika hamzah dan alif dipertimbangkan sebagai 2 huruf) dan ada 29 surat yang memiliki permulaan surat yang memiliki jenis ayat seperti ini (hanya huruf-huruf saja). Huruf-huruf tersebut kadang tunggal, kadang juga merupakan kombinasi dari dua huruf dan kadang merupakan kombinasi dari 3, 4, atau 5 huruf.
a. Tiga surat yang diawali oleh hanya satu huruf yakni :
    (i) Surat Shad [38], diawali dengan huruf Shad
    (ii) Surat Qaf [50], diawali dengan huruf Qaf
    (iii) Surat Nun atau Qalam [68], diawali dengan huruf Nun
b. Sepuluh surat yang diawali oleh kombindasi dari 2 huruf yakni :
    Tiga dari sepuluh hanya terjadi pada satu kalinya :
    (i) Surat Taha [20], diawali oleh huruf Ta dan Ha
    (ii) Surat An Naml [27], diawali oleh huruf Ta Sin
    (iii) Surat Yasin [36], diawali oleh huruf Ya Sin
    Awalan huruf Ha Mim terdapat pada 7 surat yakni dari surat 40 sampai surat 46 yakni :
    (i) Surat Ghafir atau Al Mu'minun [40]
    (ii) Surat Fussilat [41]
    (iii) Surat Al Shura [42]
    (iv) Surat Al Zukhruf [43]
    (v) Surat Al Dukhan [44]
    (vi) Surat Al Jathiyah [45]
    (vii) Surat Al Ahqaf [46]
c. Ada tiga kombinadasi dari tiga huruf yang terdapat pada 14 surat
    Alif Lam Mim terdapat pada 6 surat yakni :
    (i) Surat Al Baqarah [2]
    (ii) Surat Ali Imran [3]
    (iii) Surat Al Ankabut [29]
    (iv) Surat Ar Rum [30]
    (v) Surat Luqman [31]
    (vi) Surat Al Sajdah [32]
    Alif Lam Ra terdapat pada 6 surat yakni mulai dari surat 10 sampai surat 15 :
    (i) Surat Yunus [10]
    (ii) Surat Hud [11]
    (iii) Surat Yusuf [12]
    (iv) Surat Al Rad [13]
    (v) Surat Ibrahim [14]
    (vi) Surat Al Hijr [15]
    Ta Sin Mim terdapat pada dua surat yakni :
    (i) Surat Al Shura [26]
    (ii) Surat Al Qasas [28]
d. Kombinasi dari empat huruf terdapat pada dua surat yakni :
    (i) Surat Al A'raf [7], diawali dengan huruf Alif Lam Mim Shad
    (ii) Surat Al Anfal [8], diawali dengan huruf Alim Lam Mim Shad
e. Kombinasi dari lima huruf terdapat pada dua surat yakni :
    (i) Surat Maryam [19] diawali dengan huruf Kaf Ha Ya 'Ain Shad
    (ii) Surat Al Shura [42] diawali dengan huruf Ha Mim 'Ain Sin Qaf
Surat Al Shura [42] memiliki kombinasi ganda dari huruf-huruf perangkai tersebut ke dalam satu set dari dua huruf dan diikuti oleh satu set dari tiga huruf.
2. Arti dari huruf-huruf perangkai tersebut
Arti dan tujuan dari huruf-huruf tersebut tidaklah jelas. Ada beberapa penjelasan yang diberikan oleh sarjana-sarjana Muslim selama berabad-abad. Beberapa dari pendapat mereka adalah sebagai berikut :
  • Huruf-huruf ini merupakan singkatan dari bebreapa kalimat. Sebagai contoh, Alif Lam Mim berarti Ana-Allahu-a'Laam atau Nun berarti Nur (cahaya), dan sebagainya
  • Huruf-huruf tersebut bukanlah singkatan atau pelengkap tetapi merupakan simbol dan nama Allah atau yang relevan dengan itu
  • Huruf-huruf tersebut digunakan sebagai pelengkap ritme irama pembacaan
  • Huruf-huruf tersebut memiliki nilai numerik tertentu seperti halnya juga huruf-huruf yang kita kenal sekarang memiliki nilai numerik tertentu
  • Huruf-huruf tersebut digunakan untuk mendapatkan perhatian dari pembacanya
Dan banyak lagi penjelasan-penjelasan yang didapat menurut banyak sarjana Islam.
3. Penjelasan terbaik pada huruf-huruf tersebut
Semua penjelasan yang telah diberikan oleh sarjana-sarjana Islam, salah satunya yang paling otentik dan juga didukung oleh tafsir berdasarkan Ibnu Kathir, Zamakshari, dan Ibnu Taimiyah adalah sebagai berikut :
Tubuh manusia terdiri dari elemen-elemen fundamental penyusun tubuh yang dapat ditemukan pada alam. Seperti halnya sperma dan debu sebagai elemen dasar dari pembentukan yang fundamental. Kemudian juga dikatakan bahwa manusia juga berasal darinya.
Kita semua dapat memiliki akses kepada elemen-elemen yang ditemukan di dalam tubuh manusia, dan menambahkan beberapa galon air, yang merupakan unsur utama pembentuk tubuh. Kita tahu elemen-elemen tersebut ada di dalam tubuh manusia tapi kemudian kita menjadi tidak tahu saat dihadapkan pada apa rahasia kehidupan.
Mirip dengan itu bahwa Al Quran memberitahu kepada mereka-mereka yang menolak ketuhanan Allah. Dikatakan bahwa Al Quran ini ada di dalam bahasa mereka yakni bahasa Arab. Al Quran berisi huruf-huruf yang sama dengan yang digunakan oleh bangsa Arab.
Bangsa Arab begitu membanggakan bahasa mereka pada saat itu dan kemudian menjadi tidak ada apa-apanya saat Al Quran diturunkan. Dengan huruf-huruf yang sama, Alif Lam Mim, Ya Sin, Ha Mim, dst., (dalam bahasa Indonesia analoginya seperti huruf A,B,C,D, dst) maka Al Quran menantang umat manusia untuk membuat sebuah surat yang mirip dengan yang ada dalam Al Quran dari sisi keindahan dan maknanya, jika mereka meragukan Al Quran.
Sebagai awal, Al Quran menantang kepada semua manusia dan jin untuk membuat yang serupa dengan Al Quran. Dan mereka semua tidak akan dapat membuatnya meskipun satu sama lain saling membantu. Tantangan ini dikatakan di dalam Surat Al Isra [17] ayat 88 dan di Surat Thur [52] ayat 34.
Kemudian Al Quran mengulangi tantangannya di dalam Surat Hud [11] ayat 13 dengan mengatakan bahwa cobalah buat sepuluh surat seperti yang ada di dalam Al Quran. Dan dalam Surat Yunus [10] ayat 38 dikatakan bahwa cobalah buat satu surat saja seperti yang ada di dalam Al Quran. Dan akhirnya tantangan termudahnya diberikan dalam surat Al Baqarah [2] ayat 23 dan 24.
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. “
(Surat Al Baqarah [2] ayat 23-24)
Untuk membandingkan kemampuan dari dua orang seniman, maka harus ada sebuah contoh dari materi yang dibandingkan sehingga performa mereka dapat dievaluasi ketika membuat hal yang sama. Materi utama dari bahasa Arab adalah huruf-huruf pembentuknya seperti Alif, Lam, Mim, Ya, Sin, Nun, Qaf, Shad, dst (sama seperti alfabet A,B,C,D,E,dst). Keajaiban bahasa di dalam Al Quran tidak akan dapat disangkal hanya karena Al Quran merupakan firman Allah, tetapi juga pada kenyataan bahwa meskipun disusun atau dibuat dengan huruf-huruf yang sama yang dipakai oleh bangsa Arab, Al Quran tidak akan dapat tertandingi.
Dan kenyataannya, hingga saat ini, baik muslim maupun non-muslim tidak pernah dapat menandingi Al Quran dari sisi tata bahasa, keindahan, maupun isi yang dikandung di dalamnya. Tantangan Al Quran tidak akan pernah bisa terjawab karena memang manusia dan jin (meskipun mereka saling membantu) tidak akan mampu mencapai pengetahuan Allah SWT.
Dalam bahasa manusia, seolah Allah ingin mengatakan kepada mereka-mereka yang ragu bahwa Al Quran bukanlah firman Allah seperti ini : "Hai manusia, aku baru menggunakan kombinasi huruf-huruf dari bahasa yang kalian pakai saja, tapi kalian sudah tidak mampu membuat yang sebanding dengan itu. Ayo buktikan, buatlah yang seperti Al Quran. Dan kalian tidak akan dapat membuatnya. Dulu, sekarang, dan sampai kapanpun, kalian tidak akan mampu.”.
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

http://netindonesia.net/blogs/agung/pages/8525.aspx
Copyright © 2012 PRONITY All Right Reserved
Designed by YudhizUlb
Back To Top